Saturday, 01 November 2014

» Article


Belajar Lingkungan di Internet, Pasti Lebih Asyik!
Sub Title :
Vol : 3
By : Rizka Elyza
Abstract : Maraknya teknologi internet memberikan keuntungan yang luar biasa khususnya di bidang pendidikan. Diantaranya hadirnya situs-situs pendidikan lingkungan bagi anak-anak yang bersifat informatif dan interaktif. Sayangnya, hampir semua situs tersebut tersedia dalam bahasa inggris, sehingga diperlukan peran orangtua untuk mendampingi anaknya.
No ImageSalah satu situs yang kami rekomendasikan adalah [link=http://www.ecopals.com/]www.ecopals.com[/link]. Situs ini sangat lengkap, karena membahas semua aspek pendidikan lingkungan bagi anak-anak usia 3-8 tahun melalui berbagai macam permainan yang menghibur serta informasi yang menarik. Banyaknya... read more


Rumah Kita
Sub Title : "Welcome to the Club"
Vol : 3
By : Armely Meiviana
Abstract : Ibaratnya sebuah rumah, Pelangi masih harus menyempurnakan konstruksi bangunannya dengan memperkokoh tiang-tiang penyangga, agar bisa menjadi sebuah rumah yang utuh dan kuat.
No ImageUntuk itu pada tahun 2002 ini, Pelangi harus menambah jumlah sumber dayanya, termasuk sumber daya manusianya guna mengimbangi beban kerja yang semakin meningkat. Bergabungnya [b]Lanny Jauhari[/b] pada Februari untuk mengisi posisi Sekretaris Eksekutif yang telah kosong sejak akhir tahun 2001... read more


Kegiatan Pelangi
Sub Title :
Vol : 3
By : Armely Meiviana
Abstract :

Dalam upaya mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi, Pelangi meluncurkan sebuah tema besar di pertengahan tahun 2002. Kegiatan ini bernama Life After Oil, berfokus pada penelitian dan penyadaran masyarakat. Tema ini diambil karena Pelangi menyadari bahwa kebutuhan masyarakat, terutama di Indonesia, akan energi terus meningkat dengan laju yang semakin meninggi. Sementara di sisi lain ketersediaan sumber energi, terutama energi fosil (minyak, gas & batubara), semakin menipis.

No Image Oleh karena itu, Pelangi memutuskan untuk melakukan kajian mengenai pilihan kebijakan dan strategi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan sumber energi fosil. Dalam hal ini, Pelangi juga berupaya untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia dalam memasuki suatu era baru yang berbasiskan... read more


Third Indonesian Forestry National Congress
Sub Title :
Vol : 1
By : Hayley Hendrickson
Abstract : Jakarta, October 29 - President Megawati Soekarnoputri had the honors of opening Indonesia's third National Forestry Conference on Thursday the 25th of October. Her ten minute speech open to only 300 "guests" (read: individuals willing to wait in cramped and dreary conditions for three hours for a glimpse of the famous lady) introduced forestry organizations, chronicled previous Congresses (1956, 1990), and introduced the theme of the conference "[i]Selamatkan Hutan, Selamatkan Masa Depan[/i]" ("Saving the forests, is saving our future"). However, it was not this theme that became the mantra of the Congress, but rather her message concerning illegal logging and corruption in the forestry sector - [i]"Kita harus berani dan jujur", jangan "tahu, tapi pura-pura tidak tahu"[/i] ("We have to be brave and honest", don't "pretend to not know what we already know").
No ImageThis message was repeated to and instilled in over 750 participants throughout the day as the conference continued. Speakers on the opening day were from various backgrounds including national government officials, learned professors, and even the father of environmentalism himself, Prof. Emil... read more


Hutan Sebagai Penyerap Karbon
Sub Title :
Vol : 3
By : Wisnu Rusmantoro
Abstract : [i]Banyak pihak yang beranggapan bahwa melakukan mitigasi secara permanen melalui penghematan pemanfaatan bahan bakar fosil, teknologi bersih, dan penggunaan energi terbarukan, lebih penting daripada melalui [/i]'carbon sink'[i]. Hal ini dikarenakan hutan hanya menyimpan karbon untuk waktu yang terbatas ([/i]stock[/i]). Ketika terjadi penebangan hutan, kebakaran atau perubahan tata guna lahan, karbon tersebut akan dilepaskan kembali ke atmosfer.[/i] [i]Carbon sink[/i] adalah istilah yang kerap digunakan di bidang perubahan iklim. Istilah ini berkaitan dengan fungsi hutan sebagai penyerap ([i]sink[/i]) dan penyimpan ([i]reservoir[/i]) karbon. Emisi karbon ini umumnya dihasilkan dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil pada sektor industri, transportasi dan rumah tangga.
No ImageIndonesia dengan luas hutan terbesar ketiga di dunia, bisa berperan penting untuk mengurangi emisi dunia melalui kegiatan [i]carbon sink[/i]. Hal ini bisa terjadi jika hutan yang ada dijaga kelestariannya dan melakukan penanaman ([i]afforestasi[/i]) pada kawasan bukan hutan ([i]degraded land[/i]).... read more


Energy Program: Power Sector Restructuring in Indonesia
Sub Title :
Vol : 1
By : Fabby Tumiwa, Rizka Elyza
Abstract : The energy sector is currently undergoing dynamic, radical change. In low income countries, the sector is aggressively being 'liberalized' from state control, mainly at the behest of multilateral agencies, such as the World Bank, with financial and political support from the governments of the industrialized countries. This is part of a general international political trend towards increased private ownership and decreased state control.
No ImageInextricably attached to the energy sector reform process are the crises of inequity in energy use, a perceived lack of sufficient capital to meet projected energy demand, and local and environmental degradation - including the inherent demands and opportunities presented by the international... read more


Nasib Hutan Kita yang Semakin Suram!
Sub Title :
Vol : 3
By : Wisnu Rusmantoro
Abstract : [i]Jika pemerintah tak cepat bertindak dalam 10 tahun mendatang, maka hutan Sumatera akan musnah pada tahun 2005 dan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan tahun 2010.[/i] Pengelolaan hutan disepanjang tahun 2002 tak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi, meningkatnya penebangan liar diperburuk dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi pertambangan menambah suram nasib hutan selama 2002.
No ImageKeterpurukan sektor kehutanan bersumber dari sistem pengelolaan yang sentralistik, monopolistik serta mengesampingkan keberadaan masyarakat lokal. Adanya konflik-konflik -seperti antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan serta atau antara masyarakat lokal dengan pemerintah -semakin... read more


Transport and Air Quality
Sub Title :
Vol : 1
By : Moekti Sojachmoen
Abstract : Since November 2000, Pelangi, has hosted the Secretariat of the Asia Pacific Sustainable Transport Action Network (SUSTRAN Asia Pacific), on behalf of the Indonesian NGO Forum for Sustainable Transport (Infortrans).
No Image[b]Activities[/b] In May 2001, with assistance from IFRTD (International Forum on Rural Transport and Development), Pelangi organized a seminar as a side-event for NGOs back-to-back with the National Workshop on Rural Transport and Development in Yogyakarta, Indonesia. During the seminar, issues... read more


Ratification Process of the Kyoto Protocol in Indonesia: A Long and Winding Road?
Sub Title :
Vol : 2
By : Armely Meiviana
Abstract : Indonesia is in the process of ratifying the Kyoto Protocol. As of the printing of this article, the Adacemic Paper for the drafting of the Law for ratification has been produced, and it is expected that Parliamentary deliberation will commence soon, leading to the enactment of a Law to ratify the Protocol by early 2003. As one of the most vulnerable developing countries, Indonesia has to take every measures to combat global warming, including the ratification of the Kyoto Protocol.
No ImageSince the adoption of the Protocol in 1997, there have been many activities undertaken by the Government of Indonesia related to the climate change issue and the Kyoto Protocol. The Ministry of Environment, the focal point to the Climate Convention, has also been conducting meetings and... read more


Menciptakan Kota yang Bersahabat
Sub Title :
Vol : 3
By : Shanty Syahril
Abstract : [i]Dalam benak Lerner, konsep pengembangan kota yang dipikirkannya adalah sebuah rechargeable city. Maksudnya, kota tersebut mampu menekan pemborosan dan memaksimalkan penghematan. Asumsi bahwa alam memiliki sumberdaya yang tak bakal habis, harus mulai ditinggalkan.[/i] Di kota Curitiba, nama Jaime Lerner sangat kondang. Ia tak cuma dikenang sebagai salah seorang Walikota Curitiba, ibukota Parana City, kota di Negeri Samba, Brazil. Ia juga berhasil mengembangkan Kota Curitiba dengan apik. Padahal, sebelum menjabat walikota, Lerner adalah mahasiswa yang kerap berdemo. Tahun 1961, Lerner bersama teman mahasiswanya, mendemo kebijakan walikota Curitiba. Sebab, sang walikota berencana mengubah pusat kota dengan membangun jalan besar dengan cara memperlebar jalan. "Proyek itu hanya akan membunuh sejarah kota," kata Lerner.
No ImageMengapa Lerner nekat menentang rencana gubernurnya? Rupanya, Ia punya pemikiran sendiri tentang pengembangan sebuah kota. [b]Menurut Lerner, untuk mengembangkan sebuah kota, dibutuhkan suatu konsep yang dinamis. "Bukan konsep statis yang hanya merencanakan peruntukan wilayah dan hirarki... read more

Page: << First | < Prev | 1 | 2 | 3 | Next > | Last >>




754162

Visitor Today : 88
Total Visitor : 155554
Hits Today : 246
Total Hits : 754162
Online Visitor : 1

Pelangi's Corner

  • Mari membuang sampah pada tempatnya
  • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
  • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
  • Hemat dalam penggunaan listrik
  • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


Move your mouse to scroll Our Links