
24-Aug-2010 |
Adaptnet, 24 Agustus 2010
10-Aug-2010 |
AdaptNet, 10 Agustus 2010
Go to news area >>

22-Apr-2009 |
“Generasi Hijau” di Hari Bumi
22-Apr-2009 |
Negara Maju Harus Segera Penuhi Kewajiban Lingkungan
Pelangi in Media >>

07-Sep-2010 |
Studi DNPI Tidak Ubah Regusila Gambut
07-Sep-2010 |
Indonesia Could Cut CO2 By 70 Pct By 2030: Report
Go to other news >>
Spektrum Online
In Preparation |
|
Go to Spektrum >>
Counter: 1 |
 |
Pelangi in the Media
Total articles: 166
Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
 
| 1. | 22-Apr-2009; 09:00 “Generasi Hijau” di Hari Bumi
Sosial - Budaya Jakarta | Rabu, 22 Apr 2009by : Fransiskus Saverius Herdiman Jakarta|Jurnal Nasional BERTEPATAN dengan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, sebuah lembaga nirlaba independen Pelangi Indonesia mengampanyekan lahirnya sebuah generasi hijau (Green Generation). Diharapkan, semua warga negara menjadikan hari ini sebagai "hari aksi dan partisipasi" untuk memerjuangkan prinsip Green Generation.
Hal itu diungkapkan Manajer Program dan Informasi-Komunikasi Pelangi Indonesia Gustya Indriani dalam siaran pers, Selasa (21/4). Dikatakan, Green Generation antara lain memperjuangkan terciptanya lingkungan bebas emisi gas rumah kaca (GRK) pada masa datang dengan menggunakan energi ramah lingkungan yang menggantikan bahan bakar fosil, seperti: BBM dan batu bara.
read more 
|
| 2. | 22-Apr-2009; 08:51 Negara Maju Harus Segera Penuhi Kewajiban Lingkungan
By Republika Newsroom
Rabu, 22 April 2009 pukul 05:44:00 JAKARTA -- Negara-negara maju diharapkan segera memenuhi kewajibannya kepada lingkungan, sesuai dengan protocol Kyoto dan Bali Action Plan (BAP). Termasuk dengan menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca yang ambisius.
Hal ini disampaikan oleh Gustya Indriani, Manajer Program dan Informasi Komunikasi Pelangi Indonesia. Ia mengatakan bahwa hingga kini Negara maju belum juga melakukan kewajibanya itu dengan maksimal. Padahal, tambahnya, kewajiban Negara maju tidak hanya penurunan emisi gas rumah kaca saja. Kewajiban lainnya yakni memberikan dukungan pendanaan dan teknologi untuk aktivitas mitigasi dan adaptasi Negara berkembang pun belum efektif dilakukan.
read more 
|
| 3. | 28-Mar-2009; 07:17 Bonn Climate Change Buka Kebuntuan Negoisasi
By Republika Newsroom
Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 07:16:00 JAKARTA--Lembaga kajian bidang perubahan iklim, energi, dan transportasi Pelangi Indonesia menyatakan masalah perubahan iklim membutuhkan kemauan dan kepemimpinan politis para pemegang kebijakan negara-negara. Langkah awalnya melalui perundingan Bonn Climate Change Talk yang akan diselenggarakan 29 Maret hingga 8 April mendatang.
read more 
|
| 4. | 01-Mar-2009; 13:42 Anggaran Rehabilitasi Terumbu Karang Nihil
Minggu, 01 Maret 2009 | 23:31 WIBTEMPO Interaktif, Banyuwangi:Anggaran rehabilitasi terumbu karang di Kabupaten Banyuwangi tahun ini tetap nihil. Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Hari Cahyo mengatakan, dana rehabilitasi memang tidak dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2009.Menurut Hari, untuk mencegah meluasnya kerusakan terumbu karang, Dinas hanya memaksimalkan fungsi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmas) yang dibentuk di lima kecamatan, yakni Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Kabat, Rogojampi, dan Pesanggaran."Mereka berfungsi memberikan informasi tentang keamanan wilayah pesisir dan laut," katanya pada Tempo, Minggu (1/3).
read more 
|
| 5. | 25-Feb-2009; 13:14 28,69 Ha Terumbu Karang Rusak
[ Rabu, 25 Februari 2009 ]BANYUWANGI - Kondisi terumbu karang di perairan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi cukup memprihatinkan. Dari 88,23 hektare potensi terumbu karang yang ada, sekitar 28,69 hektare kondisi karangnya ternyata sudah mati.
Data itu diungkapkan peneliti Yayasan Pelangi Indonesia (YPI), Dwi Ariyogagautama dalam roundtable discussion "Menuju Ekosistem Terumbu Karang yang Sehat dan Lestari Perairan Bangsring" di Pendapa Shaba Swagata Blambangan kemarin (24/2).
Dwi mengatakan, berdasarkan hasil penelitian di perairan Desa Bangsring, terumbu karang yang masih hidup dan sehat tinggal 28,69 hektare. Sedangkan sekitar 32,36 hektare lainnya, kondisi terumbu pasir dan patahan karang.
read more 
|
| 6. | 23-Apr-2008; 12:58 Negara Maju Harus Bayar Lebih : Berbagai Daerah Ingatkan Perubahan Iklim
Rabu, 23 April 2008 | 00:53 WIBJakarta, Kompas - Negara-negara maju yang masuk kelompok Annex I di bawah skema Protokol Kyoto tetap harus mengambil tanggung jawab terbesar dalam target pengurangan emisi.
”Keputusan pertemuan di Bangkok, bahwa mekanisme seperti CDM (Mekanisme Pembangunan Bersih) hanya sebuah kelonggaran bagi negara Annex I, sangat krusial bagi perkembangan negosiasi perubahan iklim, termasuk yang terkait isu mekanisme penurunan emisi gas rumah kaca,” kata Manajer Program dan Informasi-Komunikasi Yayasan Pelangi Gustya Indriani di Jakarta, Selasa (22/4), dalam rangka menyambut Hari Bumi.
Setelah Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali, pertemuan Kelompok Kerja Ad Hoc (AWG) Annex I di bawah Protokol Kyoto diadakan di Bangkok, Thailand, dan berakhir 4 April 2008. Saat ini banyak negara Annex I memanfaatkan mekanisme perdagangan karbon untuk memenuhi target penurunan emisi mereka dengan biaya murah di negara berkembang. Sementara upaya penurunan emisi secara domestik tidak sepadan.
Data PBB menunjukkan, emisi negara-negara maju pada tahun 2005 justru meningkat dibandingkan dengan emisi gas rumah kaca mereka tahun 1999.
read more 
|
| 7. | 12-Feb-2008; 14:31 Say No to Plastics!
Selasa, 12 Februari 2008
PERNAHKAH di suatu hari kawan tidak menggunakan benda bernama plastik? Jika tidak, kawan secara tidak langsung ikut dalam program yang baik untuk lingkungan hidup kita di masa mendatang.
Jika sebaliknya, artinya dalam setiap hari hidup kita tidak terlepas dari menggunakan plastik, mungkin sedari dini kawan mau ikut berpartisipasi dalam kegiatan mengurangi penggunaan plastik. Inilah pesan yang disampaikan kawan-kawan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan(HMTL) ITB pada 9 Februari lalu.
read more 
|
| 8. | 03-Dec-2007; 18:03 Ribuan Sidang Warnai Konferensi Perubahan Iklim
Last modified: 3/12/07
[BADUNG] Perhelatan akbar Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim yang digelar di Bali 3-14 Desember 2007, memang benar-benar akbar. Keakbaran acara ini tidak hanya terlihat dari jumlah peserta yang sampai saat ini berjumlah lebih dari 10.000 orang dari 185 negara, tetapi juga dari sisi acara.
Berdasarkan data yang diterima dari Sekretariat Jenderal United Nations Framework Convention on climate Change (UNFCCC), Senin (3/11), jumlah acara mencapai lebih dari 1.000 sesi. Untuk acara sidang utama (main event), dijadwalkan berlangsung 800 sesi persidangan yang digelar di beberapa lokasi hotel berbintang di kawasan Nusa Dua, yakni di Bali International Convention Center (BICC)-Westin Hotel, Laguna Resort & Spa, dan Grand Hyatt Bali.
read more 
|
| 9. | 27-Aug-2007; 08:50 Pertemuan Wina Bahas Perubahan Cuaca Global
Senin, 27 Agustus 2007 | 21:08 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah 158 negara mengirimkan delegasinya ke Pertemuan Wina yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 27 Agustus. Diselenggarakan di ibukota Austria, pertemuan ini membahas Perubahan Cuaca Global dan menyiapkan draf untuk Pertemuan Bali yang akan dilangsungkan pada Desember mendatang. Indonesia mengirimkan perwakilan resminya dengan sejumlah anggota, antara lain, Dr. Amanda Katili, Asisten Khusus Menteri Kehutanan.
read more 
|
| 10. | 25-Jul-2007; 17:04 Transportation a tricky election issue
The successes of the city's busway system could give way to dysfunction without concerted effort from the city administration, transportation experts have said.
read more 
|
 
Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
|