|
|
![]() |
![]() |
|
||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||
home | search
|
|
|
|||||||||||||||||||||||
|
Go to Spektrum >> Counter: 1
|
|
Pertemuan Wina Bahas Perubahan Cuaca Global Senin, 27 Agustus 2007 | 21:08 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah 158 negara mengirimkan delegasinya ke Pertemuan Wina yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 27 Agustus. Diselenggarakan di ibukota Austria, pertemuan ini membahas Perubahan Cuaca Global dan menyiapkan draf untuk Pertemuan Bali yang akan dilangsungkan pada Desember mendatang. Indonesia mengirimkan perwakilan resminya dengan sejumlah anggota, antara lain, Dr. Amanda Katili, Asisten Khusus Menteri Kehutanan.
John Hay, Chief Communication and Media United Nations Climate Change Secretariat menjelaskan kepada Tempo bahwa pertemuan ini menyiapkan sejumlah agenda dan kerangka kerja untuk memuluskan Pertemuan PBB di Bali yang akan membahas Perubahan Cuaca Global pada Desember mendatang. Satu jam setelah Pertemuan Wina dibuka oleh Menteri Pertanian , Kehutanan, Lingkungan dan Manajemen Air Austria, Josef Proll. "Perubahan cuaca global adalah suatu problem besar yang hanya dapat ditangani oleh sebuah kerjasama menyeluruh dari berbagai pihak pada Satu jam selepas upacara pembukaan The Climate Action Network (CAN) sebuah jaringan lembaga swadaya masyarakat (LSM)internasional yang membawahi sekitar 350 LSM lingkungan memberikan pernyataan bahwa CAN Internasional akan mengikuti dengan cermat semua negosiasi di Wina agar dapat menghasilkan draf yang bermutu menuju pertemuan di Bali. "Perlu kami sampaikan, ada sejumlah negara yang akan panas-dingin karena adanya Pertemuan Bali," ujar salah seorang perwakilan CAN Internasional. Kuki Soejacmoen, Direktur Eksekutif Pelangi Indonesia turut berbicara pada jumpa pers CAN. Kuki menyampaikan sejumlah problem krusial di Indonesia yang menyumbang kerusakan lingkungan dan perubahan cuaca global. Antara lain, pembakaran hutan yang masif di beberapa wilayah Indonesia. Seiring dengan Pertemuan Wina, Bank Dunia menyelenggarakan Workshop Perubahan Cuaca Global bagi 12 editor senior dari negara-negara berkembang: India, Indonesia, Afrika Selatan, beberapa negara Eropa Timur, Bangladesh. Tempo turut hadir dalam workshop ini yang akan berlangsung selama 5 hari. Anita Gordon dari World Bank mengatakan: "Para editor dari negara-negara berkembang memang diutamakan dalam pertemuan ini," ujarnya. menjawab protes keras dari wartawan Jepang yang merasa "ditolak" untuk hadir dalam workshop ini. Hermien Y. Kleden, Wina
|
|
||||||||||||||||||||||
| archive... | |||||||||||||||||||||||||
|
For more information, contact info@pelangi.or.id. For general purpose, please use pelangi@pelangi.or.id. Copyright © 2010 Pelangi Indonesia | All information contained on this site may not be used for commercial purposes. |
|||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||