[about] [our programs] [news] [press release] [events] [publication] [live reports] [resources]
 
home | search


News from Pelangi | Pelangi in Media | Other News

Press Release

16-Nov-2009 | New Location - PELANGI INDONESIA

News from Pelangi

24-Aug-2010 | Adaptnet, 24 Agustus 2010

10-Aug-2010 | AdaptNet, 10 Agustus 2010

  Go to news area >>

Other News

- 06-Sep-2010 | U.S. Reiterates Commitment To 2020 Climate Goal

- 06-Sep-2010 | Progress Seen On "Green Fund" For Climate Deal

Go to other news >>

Spektrum Online
In Preparation

Go to Spektrum >>


Counter: 1
Pelangi in the Media

Negara Maju Harus Segera Penuhi Kewajiban Lingkungan
22-Apr-2009; 08:51 - im

By Republika Newsroom
Rabu, 22 April 2009 pukul 05:44:00

JAKARTA -- Negara-negara maju diharapkan segera memenuhi kewajibannya kepada lingkungan, sesuai dengan protocol Kyoto dan Bali Action Plan (BAP). Termasuk dengan menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca yang ambisius.
Hal ini disampaikan oleh Gustya Indriani, Manajer Program dan Informasi Komunikasi Pelangi Indonesia. Ia mengatakan bahwa hingga kini Negara maju belum juga melakukan kewajibanya itu dengan maksimal. Padahal, tambahnya, kewajiban Negara maju tidak hanya penurunan emisi gas rumah kaca saja. Kewajiban lainnya yakni memberikan dukungan pendanaan dan teknologi untuk aktivitas mitigasi dan adaptasi Negara berkembang pun belum efektif dilakukan.

Hal ini, menurutnya, terbukti dari negosiasi perubahan iklim yang berlangsung di Bonn, Jerman pada 29 Maret hingga 8 April 2009 silam. “Negosiasi tersebut berakhir tanpa hasil yang signifikan,” katanya.

Pernyataan tersebut didukung fakta bahwa hingga negosiasi tersebut berakhir, belum juga ada kesepakatan terkait target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) oleh Negara-negara maju setelah 2012. Padahal, tambahnya, semua pihak mengharapkan hasil signifikan untuk mencapai kesepakatan di perundingan selanjutnya yang akan digelar di Kopenhagen , pada Desember 2009 mendatang.

Isi dalam protokol Kyoto pada 2008 adalah Negara-negara maju memiliki kewajiban untuk menurunkan emisi GRK dengan target yang disepakati sebesar 5,2 persen pada 2012. Masalahnya adalah untuk penurunan Negara-negara maju tersebut belum mau memastikan target penurunan emisi setelah 2012, sebelum ada kepastian dari Amerika Serikat (Negara maju yang hingga kini belum meratifikasi protocol kyoto).

Bahkan Negara- Negara maju malah menyatakan bahwa Negara-negara berkembang pun perlu menurunkan emisi GRK nya, terutama Negara-negara yang sedang melakukan pembangunan seta memanfaatkan energy secara besar-besaran. “Contohnya India dan China,” kata Gustya.

Hal ini, menurutnya, menimbulkan penolakan keras dari Negara-negara berkembang tersebut. Salah satunya, tambah Gustya, karena Negara maju belm menunjukan keseriusannya untuk memberikan bantuan pendanaan baik dalam bentuk kegiatan mitigasi dalam negeri maupun yang terkena dampak perubahan iklim.

Karenanya, terkait juga dengan hari bumi yang jatuh pada Rabu (22/4), pelangi Indonesia menyerukan agar Negara-negara maju memperlihatkan kemauan dan kepemimpinan politis mereka dalam memenuhi kewajibannya.

“Semua untuk mencapai kesepakatan global di Kopenhagen yang benar-benar bermanfaat bagi semua pihkak dalam menghadapi masalah perubahan iklim,” katanya.

Di lain pihak, katanya, Negara berkembang pun perlu berperan serta menujukan kemauan dan kepemimpinan politis untuk menerapkan BAP. “Antara lain dengang melakukan aksi-aksi sukarela di dalam negeri untuk menurunkan emisi GRK,” katanya. -C88/ahi

Source:Republika

Views: 5180
Recent articles:

archive...


For more information, contact info@pelangi.or.id. For general purpose, please use pelangi@pelangi.or.id.
Copyright © 2010 Pelangi Indonesia | All information contained on this site may not be used for commercial purposes.
[main page]