Friday, 25 April 2014

Home » Pelangi in Media » Say No to Plastics!
26 February 2008 - 00:00:00 WIB
Say No to Plastics!
Posted by : Administrator
Category: Pelangi in Media - View : 2233


Pada hari itu, sepanjang Jalan Ganesha didesain dengan ragam media publikasi yang berkaitan tentang bahan plastik. Bahkan, pada saat pembukaan, civitas academica ITB, siswa SD sampai SMA turun ke jalan dalam rangkaian aksi "Plastic Phobia". Aksi ini menjadi penutup rangkaian acara "Anti-Plastic Bags Campaign" (APBC) yang diselenggarakan 5-9 Februari 2008. Rangkaian kampanye terdiri dari Lomba Desain Tas dan 1.000 Puisi Sampah Anak Indonesia. Jargon "Say No to Plastic Bags" berkaca pada fenomena yang mengejutkan dari konsumsi plastik dan ekses yang ditimbulkannya. Kawan-kawan dari HMTL ITB memperkirakan ada 500 juta sampai 1 miliar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun atau 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon ditebang. "Artinya, secara tidak langsung plastik memengaruhi perubahan iklim di dunia," ujar Ruhimat, aktivis Yayasan Pelangi Indonesia. Organisasi ini merupakan salah satu partisipan dalam acara tersebut, selain Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Greenpeace Indonesia, dan WWF. Ketua Panitia APBC, Cinta Azwiendasari mengatakan secara tidak langsung penggunaan plastik memperburuk global warming karena kurangnya pohon sebagai paru-paru bumi yang dapat menyerap emisi gas rumah kaca. Selain pembuatannya saja sudah masalah, dampak dari sampah plastik yang menggunung di tempat sampah juga menjadi masalah baru. Anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Supardiyono Sobirin, menulis, jumlah sampah plastik di Bandung bisa menutupi 50 lapangan sepak bola. Total sampah Kota Bandung menghasilkan 6.000 m3 per hari, dan 5 persennya merupakan sampah plastik. Di zaman dulu, orang sering membakar sampah rumah tangga mereka. Akan tetapi, kalau plastik ikut dibakar, senyawa karbondioksida dan metan akan terlepas ke udara, menjadi polusi. Udara yang tercemar itu dapat menimbulkan penyakit saluran pernapasan pada orang di sekeliling. Penimbunan plastik dalam tanah juga tidak menyelesaikan masalah pencemaran. Hal itu karena bahan baku plastik yang banyak diproduksi masih menggunakan polyethylene (PE), polypropylene (PP), polystyrene (PS), dan polyvinyl chloride (PVC resin). Konon, bahan kimia itu sulit dipisahkan atau diasimilasi oleh bakteri dekomposer. Merunut kompleksnya masalah dari plastik, apakah bisa dikurangi? "Tentu saja tidak bisa secepat itu. Kampanyenya harus mulai dari kesadaran sendiri," ujar Burhan, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa U-Green ITB. Caranya, mulai dari mengurangi penggunaan plastik untuk barang-barang bawaan yang kecil dan kalau bisa menggunakan kembali benda tersebut untuk keperluan lain. Misalnya, daur ulang sampah plastik menjadi tas keranjang. Hal ini memang sulit, tetapi kapan saja kawan mau mulai, berarti makin memperpanjang usia bumi yang kita tempati.*** agus rakasiwi kampus_pr@yahoo.com Penulis: [link]http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=11821[/link]Source:Pikiran Rakyat[/a]


    0 Comment :



    Comment Form :
    Name :
    Website :
    Comment
     
     (Fill 6 codes)

     

    Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
    25 February 2014 - 25 February 2014
    09.00 - 12.30 WIB
    Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
    Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
    25 February 2014 - 25 February 2014
    09.00-12.30 WIB
    Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
    Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
    25 February 2014 - 25 February 2014
    09.00 - 12.30 WIB
    Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya



    618720

    Visitor Today : 14
    Total Visitor : 132456
    Hits Today : 22
    Total Hits : 618720
    Online Visitor : 4

    Pelangi's Corner

    • Mari membuang sampah pada tempatnya
    • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
    • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
    • Hemat dalam penggunaan listrik
    • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


    Move your mouse to scroll Our Links