Monday, 22 September 2014

Home » Pelangi in Media » Negara Maju Harus Bayar Lebih : Berbagai Daerah Ingatkan Perubahan Iklim
08 May 2008 - 00:00:00 WIB
Negara Maju Harus Bayar Lebih : Berbagai Daerah Ingatkan Perubahan Iklim
Posted by : Administrator
Category: Pelangi in Media - View : 4044


Idealnya, lanjut Gustya, sebagian besar penurunan emisi negara maju harus dilakukan di dalam negeri. Desakan lain, perlu ada batas maksimum jumlah sertifikat pengurangan emisi yang boleh dijual sebuah negara. Tujuannya, pemerataan proyek CDM secara regional. Sejauh ini baru dua proyek CDM di Indonesia yang disetujui badan eksekutif dan menerima insentif pendanaan. Di India, China, dan Malaysia sudah puluhan proyek CDM disetujui. Sorotan lain dari Gustya adalah sumber dana adaptasi perubahan iklim bagi negara-negara berkembang dan miskin agar ditambah. Selain dari proyek CDM, juga harus ada dari mekanisme lain antarnegara maju. Dorongan masyarakat Soal tarik-menarik negara maju dan berkembang, utara dan selatan, menurut Erna Witoelar, pendiri berbagai organisasi lingkungan dan mantan Duta Besar Khusus PBB untuk Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), kini sudah mulai berubah. ”Mereka sudah memberikan komitmen masing-masing. Jadi bukan kita bilang, ’dia menggunakan lebih’, namun dikatakan, (pemulihan) tidak bisa cepat tanpa kerja sama internasional,” ujar Erna. China, India, dan Indonesia juga sudah memberikan komitmen. Indonesia, misalnya, memberikan komitmen mengurangi emisi karbon dari kebakaran hutan. Menurut Erna, di negara maju yang terjadi adalah masyarakatnya yang mendesak. Masyarakatnya malu kalau pemerintahannya tak berwawasan lingkungan. ”Seperti di Australia dan di Amerika, juga Jerman,” ungkapnya. Di Indonesia, tambahnya, masalah politik masih mendapat porsi besar, sementara lingkungan belum. ”Seharusnya lingkungan juga merupakan kepentingan politik. Masyarakat harus tahu calon mana yang punya kepedulian lingkungan,” katanya. Sementara itu, masyarakat sebagai pribadi, tambahnya, ”Apa pun yang diperbuat jangan merasa terlalu kecil, karena kalau itu dikalilipatkan sekian orang akan menjadi besar. Kalau kita berada dalam posisi bisa berbuat lebih banyak, berbuatlah lebih banyak,” ujar Erna. Sementara itu, di berbagai kota, Hari Bumi dirayakan dengan berbagai cara. Di Bandung, sekitar 30 siswa kelas I dan II SMA, antara lain dari Manado, Padang, Malang, Bandung, dan Jakarta, melakukan simulasi Sidang Umum PBB membahas perubahan iklim pada kegiatan ”Selamatkan Atmosfer untuk Kehidupan Manusia Melalui Pengurangan Emisi”. Di sana, siswa-siswa dengan berbahasa Inggris beraksi sebagai diplomat dari negara-negara peserta sidang. Acara dilangsungkan di Gedung Asia Afrika. Di Kalimantan Tengah dan di Kalimantan Timur, peringatan Hari Bumi dilakukan dengan acara beragam. Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dilakukan penanaman pohon di tepi jalan utama dan sekeliling Stadion Tjilik Riwut. Di Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat, dilakukan pembersihan sampah di Sungai Arut. Adapun di Samarinda, Kalimantan Timur, mahasiswa setempat bersepeda massal keliling kota. Manajer Komunikasi Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Mawas di Palangkaraya, Nina Nuraisyah, menuturkan, 800 pohon mahoni dan tanjung ditanam pada kegiatan ini. ”Untuk penyadaran, penanaman pohon penting untuk mengurangi emisi karbon,” katanya. Kegiatan itu melibatkan konsorsium Central Kalimantan Peatland Project, terdiri dari WWF, BOS, Care, Wetlands International, Lembaga Perkumpulan Orang Borneo, dan mahasiswa Universitas Palangkaraya, melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, juga pelajar SMP dan SMA. Di Taman GOR Palu dilakukan pelepasan balon warna-warni sebagai simbol kondisi bumi yang rusak—yang disimbolkan dengan balon warna kuning dan merah. (GSA/CAS/BRO/JON/REN/isw) [link]http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/04/23/00530430/negara.maju.harus.bayar.lebih[/link]Source:Kompas[/a]


    0 Comment :



    Comment Form :
    Name :
    Website :
    Comment
     
     (Fill 6 codes)

     

    Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
    25 February 2014 - 25 February 2014
    09.00 - 12.30 WIB
    Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
    Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
    25 February 2014 - 25 February 2014
    09.00-12.30 WIB
    Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
    Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
    25 February 2014 - 25 February 2014
    09.00 - 12.30 WIB
    Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya



    726735

    Visitor Today : 81
    Total Visitor : 150606
    Hits Today : 197
    Total Hits : 726735
    Online Visitor : 1

    Pelangi's Corner

    • Mari membuang sampah pada tempatnya
    • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
    • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
    • Hemat dalam penggunaan listrik
    • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


    Move your mouse to scroll Our Links