Friday, 18 May 2012

Home » Other News » Mangrove Hambat Perubahan Iklim
06 April 2011 - 07:53:33 WIB
Mangrove Hambat Perubahan Iklim
Posted by : Administrator
Category: Other News - View : 516


06-Apr-2011 | 07:22

Ratih P Sudarsono | Nasru Alam Aziz | Rabu, 6 April 2011 | 00:51 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa mangrove memberi sumbangan sangat potensial untuk mengurangi emisi karbon dibanding hutan hujan tropis. Masalahnya, mangrove terus mengalami kerusakan dengan cepat di sepanjang garis pantai, sejalan dengan persoalan emisi gas rumah kaca.
Para ahli dari Center for International Forestry Research (Cifor) dan USDA Forest Service menekankan perlunya hutan mangrove dilindungi sebagai bagian dari upaya global dalam melawan perubahan iklim.

"Kerusakan mangrove saat ini sudah pada tingkat yang menghawatirkan. Ini harus dihentikan. Penelitan kami menunjukkan bahwa hutan mangrove mempunyai peranan kunci dalam strategi mitigasi perubahan iklim," kata Daniel Murdiyarso, peneliti senior dari Cifor, Selasa (5/4/2011) malam.

Daniel mengemukakan, pada 15 -20 tahun lalu, luas hutan mangrove Indonesia masih sekitar 8 juta hektar. Saat ini diperkirakan tinggal 2,5 juta hektar.

Cifor mengungkapkan, sebuah studi yang dipublikasikan pada 3 April 2011 dalam Nature GeoScience, para ahli mengukur cadangan karbon dalam hutan mangrove berdasarkan atau luas areal wilayah Indo-Pasifik. Tidak ada studi selama ini yang mengintegrasikan pentingnya mengukur total cadangan karbon mangrove berdasarkan geografi atau luas wilayah hutan mangrove.

Dari hasil-hasil tersebut, para ahli mengestimasi bahwa tingkat pembusukan dan penguraian di hutan mangrove lebih cepat daripada hutan di daratan. Sebagian besar karbon disimpan di bawah hutan mangrove, yang dapat dilihat, yakni antara tanah dan air.

Mangrove hidup sepanjang pantai dari sebagian besar laut-laut utama di 188 negara. Sebanyak 30 sampai 50 persen berkurangnya mangrove sepanjang setengah abad lalu telah menimbulkan ketakutan. Sebab, bisa jadi mangrove akan punah seluruhnya dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun.

Kelanjungan mangrove juga terancam oleh tekanan pertumbuhan kota dan pembangunan industri, sebagaimana ancaman dari pertumbuhan tambak atau fish farm yang tidak terkendali.

"Saat ini belum ada kesadaran akan bahaya kehilangan mangrove bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Sehingga, setiap pemerintah harus ditekan agar menyadari pentingnya dan membuat kebijakan yang dapat melindungi hutan mangrove," kata Daniel.

 

Sumber :Kompas 




0 Comment :



Comment Form :
Name :
Website :
Comment
 
 (Fill 6 codes)

 

Launching AEMAS
22 February 2012 - 22 February 2012
18.30 – 21.00 WIB
Peluncuran Program (Launching ) AEMAS Indonesia
Four Seasons Hotel
Training of Trainer (ToT) of ASEAN Energy Management Scheme
02 February 2012 - 04 February 2012
09.00 – 17.00 WIB
Amaris Hotel
Steering Committee (National Council) of AEMAS Counrty Chapter
12 January 2012 - 12 January 2012
10.00 – 12.00 WIB WIB
Puri Denpasar Hotel


STREAM

AEMAS


214072

Visitor Today : 24
Total Visitor : 36663
Hits Today : 79
Total Hits : 214072
Online Visitor : 4

Pelangi's Corner

  • Mari membuang sampah pada tempatnya
  • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
  • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
  • Hemat dalam penggunaan listrik
  • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


Move your mouse to scroll Our Links