21 February 2012 - 08:02:54 WIBKonservasi Orangutan solusi perubahan iklim
Posted by : Administrator
Category: Other News - View : 111
Jumat, 17 Februari 2012 10:28 WIB |
Bandung (ANTARA News) - Konservasi Orangutan di Kalimantan menjadi salah satu solusi untuk antisipasi perubahan iklim (climate change) karena berfungsi melestarikan hutan tropis sebagai penyumbang oksigen.
"Harus
ada pemahaman bersama bahwa hutan Indonesia, khususnya Kalimantan tidak
hanya sebagai penghasil kayunya saja tapi juga menjaga hutan dan
solusinya menjadi solusi menghadapi perubahan iklim," demikian
disampaikan Deputi Direktur Konservasi Restorasi Habitat Orangutan
Indonesia (RHOI), Aldrianto Priadjati di sela-sela Asia Forum on Carbon Update 2012, di Bandung, Jumat.
"Konservasi
Orangutan merupakan salah satu cara mempertahankan keutuhan (luasan)
hutan disamping memberikan rumah bagi kelestarian Orangutan yang saat
ini populasinya terus menurun," kata Aldrianto Priadjati.
Aldrianto
menyebutkan, dengan pembebasliaran Orangutan ke dalam hutan konservasi,
maka jelas hutan tersebut akan terjaga, lestari dan penyumbang oksigen
bagi bumi.
Saat ini cukup banyak Orangutan yang direhabilitasi, dan masih kesulitan lahan yang aman untuk habitat binatang primata itu.
"Banyak
Orangutan yang direhabilitasi dan pada 2015 pusat rehabilitasi sudah
harus kosong dan dilakukan pembebasliaran. Namun lahannya masih sulit
yang cocok untuk habitat mereka," kata Aldrianto.
RHOI telah
mengajukan dan mendapatkan HPH restorasi ekosistem untuk restorasi
Orangutan di Kalimantan Timur. Pihaknya mendapatkan HPH restorasi
ekosistem di wilayah hutan Kutai Timur dengan luas 86.450 hektar.
"Maraknya
pembunuhan Orangutan mau tidak mau kami harus bergerak dan menjadi
tanggung jawab moral untuk konservasi Orangutan. Kami juga menjadi
tempat penyelamatan orang utan dari lahan kelapa sawit," katanya.
Saat ini RHOI sudah merehabilitasi sekitar 320 Orangutan yang rencananya akan dilepasliarkan di hutan Kutai Timur, Kaltim itu.
"Kami
masih membutuhkan luas areal sekitar 30.000 hektar lagi untuk menampung
Orangutan liar yang masih terehabilitasi," katanya.
Upaya restorasi Orangutan juga tengah diupayakan di Kalimantan Tengah.
Aldrianto menyebutkan saat ini ada sekitar 650 Orangutan yang di bawah rehabilitasi Yayasan BOS.
Untuk
konservasi dan melepas liar Orangutan itu dibutuhkan lahan sekitar
123.400 hektar, pengajuan lahan restorasi ekosistem itu sudah
disampaikan kepada Bupati Murung Raya Kalimantan Tengah.
Namun hingga kini belum ada tembusannya. Pihaknya terus bersinergi dengan berbagai stakeholder di kawasan itu untuk pelestarian Orangutan.
"Lahannya
sudah cocok, hasil survei memungkinkan habitat Orangutan di sana
berkembang. Langkah restorasi ekosistem ini menjaga hutan dan masyarakat
melalui kearifan lokalnya ikut menjaga kelestarian hutan," kata
Aldrianto.
Ia berharap Asia Forum on Carbon Update
menjadi ajang strategis untuk mengangkat isu-isu restorasi ekosistem
dan menjadi Orangutan menjadi Ikon Indonesia dalam program antisipasi
perubahan iklim, sepertihalnya Beruang Kutub.
(S033/R007)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Sumber : ANTARA

- AS latih Kalbar penataan terkait perubahan iklim
- Presiden: delegasi iklim jangan lupakan kepentingan nasional
- Qatar tuanrumah konferensi iklim PBB 2012
- Perubahan iklim global kini juga menjadi masalah keamanan
- CFC dulu "dipuja" namun kini digusur
0 Comment :
Comment Form :








Visitor Today
Total Visitor
Online Visitor










