Monday, 01 September 2014

Home » Other News » Masyarakat Adat Jangan Dipinggirkan
13 February 2013 - 10:09:50 WIB
Masyarakat Adat Jangan Dipinggirkan
Posted by : Administrator
Category: Other News - View : 468


REDDplus

Rabu,
13 Februari 2013

Palangkaraya, Kompas - Masyarakat adat dan sekitar hutan diharapkan memperoleh manfaat langsung dalam pembangunan di Kalimantan Tengah. Provinsi itu merupakan contoh penerapan pembangunan daerah yang minim emisi dari perusakan hutan dan degradasi lahan.

”Masyarakat adat harus memperoleh manfaat dari penerapan pembangunan REDD+,” kata Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang pada Sosialisasi Strategi Daerah Pelaksanaan Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Lahan Plus (REDD+) di Universitas Palangkaraya, Kalteng, Selasa (12/2). Pembukaan akses masyarakat adat terhadap kepemilikan lahan menjadi prioritas dari beberapa strategi daerah.

Sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, dan LSM dilibatkan menyusun buku panduan pelaksanaan strategi penerapan REDD+. Buku berisi strategi, program dan rencana aksi, serta kaidah pelaksanaannya.

”Libatkan masyarakat sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi,” kata Rektor Universitas Palangkaraya yang disampaikan Pembantu Rektor I Kumpiady Widen.

Menurut Teras Narang, yang juga Ketua Komisi Daerah REDD+, sosialisasi strategi harus segera dilanjutkan aksi. Untuk itu, ada pelatihan tenaga sosialisasi. ”Mahasiswa dan tokoh masyarakat dilibatkan,” kata dia.

Nantinya, proyek percontohan akan dibentuk hingga tingkat desa. Provinsi Kalteng terdiri atas 13 kabupaten dan 1 kota, 124 kecamatan, serta lebih dari 1.400 desa/kelurahan.

Sejak 2011, Kalteng menghentikan sementara pemberian izin pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertambangan di delapan kabupaten. Tahun ini, Narang meminta penghentian sementara program transmigrasi, kecuali di tiga kabupaten. Ketiga kabupaten itu, yaitu Sukamara, Gunung Mas, dan Barito Timur, baru akan dihentikan tahun 2014.

Narang mengakui, tidak ada rencana yang sempurna. Oleh karena itu, ia terbuka terhadap masukan soal penerapan REDD+.

Sosialisasi merata menjadi awal sukses program. ”Salah satu yang penting, petugas lapangan paham betul rencana REDD+ dalam sosialisasi,” kata Deputi I Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pemerintahan Heru Prasetyo. (GSA)

 

Sumber :Kompascetak

 

 




0 Comment :



Comment Form :
Name :
Website :
Comment
 
 (Fill 6 codes)

 

Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
25 February 2014 - 25 February 2014
09.00 - 12.30 WIB
Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
25 February 2014 - 25 February 2014
09.00-12.30 WIB
Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
25 February 2014 - 25 February 2014
09.00 - 12.30 WIB
Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya



713047

Visitor Today : 129
Total Visitor : 148167
Hits Today : 576
Total Hits : 713047
Online Visitor : 1

Pelangi's Corner

  • Mari membuang sampah pada tempatnya
  • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
  • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
  • Hemat dalam penggunaan listrik
  • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


Move your mouse to scroll Our Links