Tuesday, 21 October 2014

Home » Other News » Konsumsi BBM untuk Pembangit Listrik Ditargetkan Turun
13 February 2013 - 10:11:31 WIB
Konsumsi BBM untuk Pembangit Listrik Ditargetkan Turun
Posted by : Administrator
Category: Other News - View : 594


Rabu,
13 Februari 2013

Jayapura, Kompas - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menargetkan konsumsi bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik di wilayah Papua dan Papua Barat pada tahun 2013 turun sekitar 20 persen untuk menekan biaya pokok penyediaan listrik perusahaan itu. Hal itu akan dicapai melalui pengoperasian sejumlah pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan di daerah itu.

Menurut General Manager PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Robert Sitorus, saat ditemui di Jayapura, Papua, Selasa (12/2), PLN menargetkan konsumsi BBM untuk pembangkit listrik di Papua dan Papua Barat tahun ini bisa diturunkan dari 250 juta liter menjadi 200 juta liter. ”Kami targetkan ada penurunan konsumsi BBM untuk pembangkit listrik PT PLN sekitar 20 persen,” kata dia.

Data PT PLN menunjukkan, rasio elektrifikasi wilayah Papua dan Papua Barat pada 2012 baru mencapai 39,91 persen, dengan total jumlah pelanggan 352.276 pelanggan. Untuk wilayah Papua, rasio elektrifikasinya hanya 33,24 persen. ”Kami menargetkan tahun ini rasio elektrifikasi Papua dan Papua Barat mencapai 60 persen dengan target jumlah pelanggan baru listrik PLN sekitar 182.000 pelanggan,” kata Robert.

Di Kabupaten Jayawijaya, misalnya, rasio elektrifikasi tahun 2012 hanya 26 persen. Menurut Manajer Rayon Wamena PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Yohanis Sudarmono, saat ditemui di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, rendahnya rasio elektrifikasi di kabupaten tersebut disebabkan luasnya wilayah kabupaten itu dengan medan yang sulit sehingga banyak daerah belum masuk jaringan transmisi dan distribusi listrik.

Terkait hal itu, Robert menyatakan, pihaknya akan menambah kapasitas pembangkit listrik khususnya yang berbasis non-BBM. Hal ini sekaligus untuk menurunkan konsumsi BBM bagi pembangkit listrik. ”Biaya penyediaan listrik untuk pembangkit tenaga diesel sangat mahal, karena harga solar di Wamena mencapai Rp 16.000 per liter, lantaran BBM tersebut harus diangkut memakai pesawat dari Kota Jayapura,” ujarnya.

Salah satunya adalah PLTM Walesi Unit 6 dan 7 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dengan kapasitas 2 x 0,6 megawatt (MW) yang telah beroperasi sejak Oktober 2012 lalu. Dengan beroperasinya dua unit pembangkit mini hidro itu, konsumsi BBM untuk pembangkit turun 200 kiloliter, dari 280 kiloliter menjadi hanya 80 kiloliter. ”Total penghematan biaya penyediaan listrik sekitar Rp 3 miliar per bulan,” kata Yohanis.

Selain itu, beban listrik sistem Wamena saat siang hari (di luar waktu beban puncak pukul 17.00-22.00) yang rata-rata 2.500-3.000 kilowatt, bebas dari pemakaian BBM seiring pengoperasian Unit 6 dan 7 PLTM Walesi. (EVY)

 

Sumber :Kompascetak

 




0 Comment :



Comment Form :
Name :
Website :
Comment
 
 (Fill 6 codes)

 

Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
25 February 2014 - 25 February 2014
09.00 - 12.30 WIB
Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
25 February 2014 - 25 February 2014
09.00-12.30 WIB
Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya
Seminar on the result of Regional Energy Plan RUED in Kalimantan Tengah province
25 February 2014 - 25 February 2014
09.00 - 12.30 WIB
Hotel Swissbel, Danum Palangkaraya



747652

Visitor Today : 48
Total Visitor : 154232
Hits Today : 83
Total Hits : 747652
Online Visitor : 3

Pelangi's Corner

  • Mari membuang sampah pada tempatnya
  • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
  • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
  • Hemat dalam penggunaan listrik
  • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


Move your mouse to scroll Our Links