Friday, 18 May 2012

Home » Press Release » Catatan dari Bonn Climate Change Talks : Absennya Kemauan Politis untuk Bergerak Maju
20 April 2009 - 00:00:00 WIB
Catatan dari Bonn Climate Change Talks : Absennya Kemauan Politis untuk Bergerak Maju
Posted by : Administrator
View : 519


Sementara itu, persidangan AWG-KP menemui hambatan, khususnya terkait isu penting tentang penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) global. Sesuai dengan isi Protokol Kyoto, negara-negara maju memiliki kewajiban untuk menurunkan emisi GRK. Sejauh ini, target yang sudah disepakati adalah penurunan sebesar 5.2% (dari emisi tahun 1990) pada tahun 2012. Untuk penurunan emisi setelah tahun 2012, negara-negara maju peratifikasi Protokol Kyoto masih belum mau menyatakan seberapa besar target penurunan emisi GRK mereka sebelum ada kepastian tentang penurunan emisi oleh Amerika Serikat (negara maju yang belum meratifikasi Protokol Kyoto) serta negara-negara berkembang besar. Kejadian serupa berulang di dalam AWG-LCA, di mana terjadi perdebatan panjang terkait usaha stabilisasi konsentrasi dan penurunan emisi GRK di atmosfer. Negara-negara maju menyatakan bahwa negara-negara berkembang pun perlu menurunkan emisi gas rumah kacanya, terutama negara-negara yang sedang melakukan pembangunan serta memanfaatkan energi secara besar-besaran (semisal China dan India). Hal ini menimbulkan penolakan yang keras dari negara-negara berkembang tersebut, salah satunya karena negara maju belum menunjukkan keseriusannya untuk memberikan bantuan pendanaan bagi negara-negara berkembang, baik untuk yang ingin melakukan kegiatan mitigasi di dalam negeri maupun untuk yang terkena dampak perubahan iklim. Pelangi Indonesia berpendapat bahwa hasil Bonn Climate Change Talks ini menyebabkan seluruh pihak harus bekerja dengan lebih keras lagi sehingga semua pilar bagi arsitektur pasca 2012 dapat disepakati pada proses-proses negosiasi berikutnya. Bonn Climate Change Talks sendiri merupakan proses pertama dari sekitar enam proses negosiasi pada tahun 2009 ini dan akan dilanjutkan dengan perundingan lanjutan di Bonn pada bulan Juni 2009. Untuk mencapai kesepakatan global di Kopenhagen bulan Desember 2009 yang benar-benar bermanfaat bagi semua pihak di dalam menghadapi masalah perubahan iklim, Pelangi Indonesia menyerukan negara-negara maju untuk memperlihatkan kemauan dan kepemimpinan politis mereka di dalam memenuhi kewajiban mereka sesuai Protokol Kyoto dan BAP, termasuk dengan menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca yang ambisius serta memberikan dukungan pendanaan dan teknologi untuk aktivitas mitigasi dan adaptasi negara-negara berkembang. Di lain pihak, negara berkembang pun perlu berperan serta menunjukkan kemauan dan kepemimpinan politis untuk menerapkan BAP, antara lain dengan melakukan aksi-aksi sukarela di dalam negeri untuk menurunkan emisi GRK. Pelangi Indonesia adalah sebuah lembaga nirlaba yang independen yang berperan sebagai lembaga kajian untuk mendorong kebijakan publik di bidang perubahan iklim, energi, dan transportasi, dalam kerangka keadilan sosial dan keberlanjutan fungsi-fungsi lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Gustya Indriani Manajer Program dan Informasi-Komunikasi 021 – 72801172 info@pelangi.or.id Catatan untuk editor: AWG-KP: Ad hoc Working Group on Kyoto Protocol adalah sebuah working group di bawah Protokol Kyoto yang dibentuk untuk membahas komitmen penurunan emisi gas rumah kaca oleh negara-negara maju setelah tahun 2012 AWG-LCA: Ad hoc Working Group on Long-term Cooperative Action adalah sebuah proses negosiasi di bawah Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim yang dibentuk untuk membahas apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan utama Konvensi Bali Action Plan (BAP): merupakan kesepakatan pada Konferensi Iklim di Bali pada tahun 2007 yang mencantumkan berbagai pokok pembahasan negosiasi sampai periode komitmen pertama Protokol Kyoto berakhir pada tahun 2012 COP: Conference of the Parties adalah pertemuan negara-negara peratifikasi Konvensi PBB untuk perubahan iklim. CMP: Conference Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties adalah pertemuan negara-negara peratifikasi Protokol Kyoto Protokol Kyoto: perjanjian internasional mengenai kewajiban/komitmen negara-negara maju untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan masa komitmen pertama pada tahun 2008 – 2012


0 Comment :



Comment Form :
Name :
Website :
Comment
 
 (Fill 6 codes)

 

Launching AEMAS
22 February 2012 - 22 February 2012
18.30 – 21.00 WIB
Peluncuran Program (Launching ) AEMAS Indonesia
Four Seasons Hotel
Training of Trainer (ToT) of ASEAN Energy Management Scheme
02 February 2012 - 04 February 2012
09.00 – 17.00 WIB
Amaris Hotel
Steering Committee (National Council) of AEMAS Counrty Chapter
12 January 2012 - 12 January 2012
10.00 – 12.00 WIB WIB
Puri Denpasar Hotel


STREAM

AEMAS


214111

Visitor Today : 26
Total Visitor : 36665
Hits Today : 118
Total Hits : 214111
Online Visitor : 6

Pelangi's Corner

  • Mari membuang sampah pada tempatnya
  • Mari gunakan transportasi umum untuk mengurangi perubahan iklim
  • Sama - sama memperhatikan asap pembuangan untuk mengurangi efek rumah kaca
  • Hemat dalam penggunaan listrik
  • Cari energi alternatif yang ramah lingkungan


Move your mouse to scroll Our Links