|
|
![]() |
![]() |
|
||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||||
home | search
|
|
|
|||||||||||||||||||||||
|
15 Years of Pelangi | December-2007 Yayasan Pelangi Indonesia Pelangi has prepared a series of papers to celebrate 15 years of Pelangi's work. These papers are a result of three discussions involving various stakeholders covering Pelangi's working areas: climate change, energy, and transportation ![]()
Go to Spektrum >> Counter: 1 |
|
Penanganan perubahan iklim harus berkontribusi pada penanggulangan kemiskinan 02 November, 2007; 09:00 Jakarta, 1 November 2007 – Dampak perubahan iklim akan paling dirasakan mereka yang miskin karena kehidupan mereka sangat tergantung pada alam, juga karena keterbatasan mereka (terutama dari segi ekonomi) untuk beradaptasi. Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change, UNFCCC) menyebutkan bahwa isu penanggulangan kemiskinan merupakan isu yang harus menjadi prioritas negara berkembang. Meski menyebutkan kemiskinan merupakan isu yang penting bagi negara berkembang, Konvensi ini tidak banyak memberi jalan untuk menanggulangi kemiskinan di negara berkembang. Perhatian terhadap isu kemiskinan semakin hilang dalam perjanjian internasional yang menjadi bentuk implementasi Konvensi PBB, yaitu Protokol Kyoto. Berdasarkan analisa terhadap Konvensi PBB mengenai perubahan iklim serta Protokol Kyoto sebagai turunannya, Yayasan Pelangi Indonesia berpendapat bahwa setiap aktivitas yang dilakukan untuk menangani masalah perubahan iklim harus memberikan dampak konkret kepada masyarakat miskin, karena merekalah yang paling rentan. Sampai dengan saat ini, pelaksanaan Konvensi PBB mengenai perubahan iklim dan Protokol Kyoto perlu ditinjau kembali. Agar penanganan perubahan iklim di masa depan bisa lebih berkontribusi pada penanggulangan kemiskinan ada beberapa hal yang perlu dicermati: Memberlakuan Batasan Emisi CDM Oleh karena itu, pengaturan mengenai parameter harga CER harus segera ditetapkan, terutama untuk proyek CDM berbasis komunitas. Karena bagaimanapun juga, sudah sewajarnya jika mekanisme pendanaan seperti CDM memberikan kontribusi kepada masyarakat miskin. Selain itu, komposisi kegiatan penurunan emisi bagi negara Annex B (negara-negara maju yang memiliki target penuruan emisi yang harus tercapai di tahun 2012) perlu diatur agar persentase penurunan emisi negara maju yang berasal dari CDM (yang dilakukan di negara berkembang) dan persentase penurunan emisi yang berasal dari domestic emission reduction berimbang. Hal yang sama juga dialami oleh sang penjual; sebuah ketentuan juga harus disepakati mengenai jumlah CER yang dapat dijual sebuah negara. Dengan menerapkan kedua hal di atas, maka harga CER di pasaran dapat bersaing dan lebih menguntungkan negara berkembang. Adaptation Fund Transfer Teknologi Bagaimana dengan Indonesia? Adanya data-data yang terkait dengan perubahan iklim juga sebaiknya mulai dikumpulkan, baik identifikasi daerah rentan maupun potensi pengurangan emisi yang terdapat di Indonesia dan diperbaharui dalam jangka waktu tertentu. Di atas segalanya, penanggulangan kemiskinan harus menjadi prioritas negara yang dijabarkan dalam agenda pembangunan nasional. - nn
Other Press Releases:
|
|
||||||||||||||||||||||
| archive... | |||||||||||||||||||||||||
|
For more information, contact info@pelangi.or.id. For general purpose, please use pelangi@pelangi.or.id. Copyright © 2010 Pelangi Indonesia | All information contained on this site may not be used for commercial purposes. |
|||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||