[about] [our programs] [news] [press release] [events] [publication] [live reports] [resources]
 
home | search


News from Pelangi

24-Aug-2010 | Adaptnet, 24 Agustus 2010

10-Aug-2010 | AdaptNet, 10 Agustus 2010

  Go to news area >>

Pelangi in the Media

22-Apr-2009 | “Generasi Hijau” di Hari Bumi

22-Apr-2009 | Negara Maju Harus Segera Penuhi Kewajiban Lingkungan

  Pelangi in Media >>

Other News

- 06-Sep-2010 | U.S. Reiterates Commitment To 2020 Climate Goal

- 06-Sep-2010 | Progress Seen On "Green Fund" For Climate Deal

Go to other news >>

Publication
[Cover Paper_front_small.jpg; 78,765]
15 Years of Pelangi | December-2007
Yayasan Pelangi Indonesia
Pelangi has prepared a series of papers to celebrate 15 years of Pelangi's work. These papers are a result of three discussions involving various stakeholders covering Pelangi's working areas: climate change, energy, and transportation
 

Spektrum Online
In Preparation

Go to Spektrum >>


Counter: 1

Hari Bumi 2009: Lahirnya Generasi Hijau Menjelang Kesepakatan Baru mengenai Iklim Dunia

For Immediate Release
21 April, 2009; 09:00

Jakarta, 22 April 2009

Tahun 2009 menjadi tahun yang penting bagi bangsa Indonesia yang rentan terhadap perubahan iklim karena sepanjang tahun ini diadakan serangkaian perundingan internasional untuk menetapkan kesepakatan baru mengenai penanggulangan perubahan iklim. Perundingan diawali dengan negosiasi yang berlangsung di Bonn, Jerman pada 29 Maret – 8 April lalu dan diakhiri pada bulan Desember nanti di Kopenhagen, Denmark.

Selagi proses perundingan (climate change talks) berlangsung secara bertahap, Hari Bumi 2009 yang jatuh pada 22 April akan dijadikan momentum lahirnya Green Generation Campaign (Kampanye Generasi Hijau). Hari Bumi kali ini diharapkan dapat menjadi satu hari aksi dan partisipasi setiap warga negara untuk memperjuangkan prinsip Green Generation.

Prinsip Green Generation memperjuangkan antara lain: bebas emisi gas rumah kaca (GRK) pada masa mendatang dengan menggunakan energi ramah lingkungan yang menggantikan bahan bakar fosil (seperti BBM dan batu bara), komitmen setiap individu untuk menggunakan energi secara berkelanjutan dan bertanggungjawab, menciptakan ekonomi hijau (Green Economy) yang dapat mengangkat masyarakat dari kemiskinan dengan memberikan peluang green jobs (pekerjaan hijau) dan mengubah sistem pendidikan global menjadi sistem pendidikan hijau (green education).


Pada peringatan Hari Bumi tahun ini, Pelangi Indonesia menyatakan bahwa "Generasi Hijau” hanya dapat terwujud jika seluruh pihak, baik perseorangan maupun kelompok, melakukan tindakan-tindakan yang ramah lingkungan (environmental friendly) dan ramah iklim (climate friendly). Hal ini perlu dilakukan pula oleh para pembuat kebijakan, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang harus membuat keputusan mengenai kesepakatan dan kerja sama untuk mengatasi perubahan iklim.


Oleh karena itu, perundingan internasional tentang perubahan iklim menjadi sangat krusial dan memerlukan hal-hal sebagai berikut:


  1. Pentingnya negara-negara maju untuk memperlihatkan kemauan dan kepemimpinan politis mereka dalam memenuhi kewajiban mereka sesuai Protokol Kyoto dan Bali Action Plan, termasuk dengan menetapkan target penurunan emisi GRK yang ambisius serta memberikan dukungan pendanaan dan teknologi untuk aktivitas mitigasi dan adaptasi negara-negara berkembang.

  2. Negara berkembang perlu melakukan aksi-aksi sukarela untuk menurunkan emisi GRK di dalam negeri dengan tetap menitikberatkan kegiatannya pada pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, negara maju wajib memberikan dukungan teknologi dan pendanaan kepada negara berkembang.

  3. Dibutuhkan keseriusan dan kerja keras seluruh pihak yang berperan dalam perundingan perubahan iklim karena seluruh negosiasi pada tahun 2009 ini harus menghasilkan kesepakatan internasional di Kopenhagen pada bulan Desember 2009 yang benar-benar bermanfaat bagi semua pihak, terutama kaum miskin yang terkena dampak perubahan iklim.

  4. Pelangi Indonesia menekankan pentingnya seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, terutama pembuat kebijakan, untuk terlibat dalam pengurangan laju dan dampak perubahan iklim. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mendorong pemerintah agar berperan serta aktif di dalam proses-proses internasional dan membuat serta mengimplementasikan kebijakan tentang kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.


Pelangi Indonesia adalah sebuah lembaga nirlaba yang independen yang berperan sebagai lembaga kajian untuk mendorong kebijakan publik di bidang perubahan iklim, energi, dan transportasi, dalam kerangka keadilan sosial dan keberlanjutan fungsi-fungsi lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Gustya Indriani
Manajer Program dan Informasi-Komunikasi
021 – 72801172
info@pelangi.or.id

Catatan untuk editor:


Bali Action Plan (BAP): merupakan kesepakatan pada Konferensi Iklim di Bali pada tahun 2007 yang mencantumkan berbagai pokok pembahasan negosiasi sampai periode komitmen pertama Protokol Kyoto berakhir pada tahun 2012

Protokol Kyoto: perjanjian internasional mengenai kewajiban/komitmen negara-negara maju untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan masa komitmen pertama pada tahun 2008 – 2012

Lebih jauh tentang Green Generation: http://www.earthday.net/earthday2009


Brosur mengenai perubahan iklim serta dampak-dampaknya dapat didownload di:http://www.pelangi.or.id/resources.php?q=database&did=42


- im


Views: 3101

Other Press Releases:
archive...


For more information, contact info@pelangi.or.id. For general purpose, please use pelangi@pelangi.or.id.
Copyright © 2010 Pelangi Indonesia | All information contained on this site may not be used for commercial purposes.
[main page]