CDM, atau clean development mechanism, memiliki potensi yang besar sebagai sumber pendanaan bagi perbaikan kualitas hutan di Indonesia. CDM di kehutanan ini lahir dari tuntutan bahwa, karena hutan tropis dianggap sebagai "paru-paru dunia", maka negara-negara pemilik hutan ini harus dikompensasi untuk sumbangannya menyediakan paru-paru ini. CDM ini dapat dilihat sebagai kompensasi dari negara maju kepada negara berkembang.
Yang harus dicermati adalah bahwa CDM kehutanan ini merupakan masalah yang sangat kontroversial. Di tengah-tengah situasi sektor kehutanan di Indonesia yang sangat morat-marit, CDM juga bisa berdampak buruk. Apakah CDM ini akan menjadi berkah atau justru malapetaka akan ditentukan dari situasi kesiapan jejaring kelembagaannya serta situasi pengelolaan kehutanan secara keseluruhan. |