Jogja National Museum, Pusat Galeri Kesenian Tempo Doeloe

Daftar isi: [Tampil]
Kota Jogja adalah sebuah daerah istimewa yang menyimpan sejuta pesona. Kota ini banyak menjadi tujuan wisata, khususnya dengan budget minim. Aneka wisata yang bisa dinikmati mulai dari wisata kuliner, wisata alam, hingga wisata sarat kebudayaan.

Nah, salah satu wisata budaya paling hits di Jogja adalah Jogja National Museum. Tempat ini menawarkan jenis wisata yang unik, karena menampilkan beragam jenis kesenian dari era tempo dulu hingga kreasi seni modern.

Koleksi Kontemporer Unggulan di Jogja National Museum

Museum ini dulunya adalah gedung kampus beraliran kesenian, yaitu Akademi Seni Rupa Indonesia alias ASRI. Adalah seorang KPH Wironegoro yang merasa prihatin dengan bangunan kampus ini yang semakin menua.

Jogja national musem, photo by Kartanesia

Hingga akhirnya pada tahun 2006, bersama dengan Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara, ia mengubah bangunan tua tersebut menjadi sebuah museum kesenian.

Kompleksnya sendiri memiliki luasan mencapai 1,4 hektar, dan menampilkan seni kerajinan kontemporer. Di tempat ini juga, para seniman dan budayawan biasa hercengkrama berbagi rasa.
Jogjakarta, khususnya di akademi ASRI yang kini bernama Institut Seni Yogyakarta, memang terkenal dengan seniman-senimannya, yang telah tersohor tak hanya di dalam negeri, namun hingga ke jagat mancanegara. Sebut saja Djaduk Feriyanto, Heri Dono, Hingga Butet Kertaredjasa pernah menimba ilmu di sana.

Lihat juga: Rekomendasi Paket Tour di Jogja

Menjelajahi museum ini pun sangat menyenangkan. Sebab, pihak pengelola telah membagi museum ini menjadi beberapa seksi dengan masing-masing memiliki konsep dan keunggulan tersendiri.
Yang pertama adalah Galeri Utama. Di tempat ini, biasanya menjadi arena unjuk karya bagi para seniman yang melangsungkan pameran. Museum ini memang tergolong rutin menggelar pameran guna memasyarakatkan museum agar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jogja.

Ketika sedang tidak ada pameran, ruangan utama ini akan menampilkan koleksi seni terbaik milik museum. Beberapa koleksi tersebut ada yang dijual secara komersil, ada pula yang dilelang untuk amal.

Galeri Fine Art

Galeri berikutnya adalah ruangan yang diberi nama Fine Art. Di seksi ini, masih menampilkan barang-barang seni, seperti di galeri utama. Hanya saja jumlahnya lebih banyak. Ruang Fine Art ini diisi dengan karya seniman lokal dari berbagai aliran.

Seksi selanjutnya dari museum ini adalah Ruang Seni Kriya. Di area ini, kita bisa menikmati benda seni kerajinan tangan. Termasuk di dalamnya adalah karya seni tembikar dan keramik, kerajinan ukir, hingga kerajinan tangan bernuansa tradisional.

JNM Citizen Gallery

Ada satu seksi yang cukup menarik di museum yang akrab diskenal dengan sebutan JNM ini. Ruang tersebut bernama Citizen Gallery. Sesuai namanya, ruang tersebut didedikasikan bagi semua orang yang ingin menampilkan karyanya. Ruang tersebut memang berkonsep sebagai wadah seni, sejalan dengan keyakinan bahwa semua orang berhak mengekspresikan sisi seni di dalam diri mereka.

Koleksi seni yang dipamerkan di sana pun rupanya sangat menarik. Beberapa karya bahkan tampil menonjol layaknya karya para seniman mapan. Jenis karya yang dipamerkan di area ini mulai dari lukisan, pahatan, dan lain sebagainya.

Yang seru di area ini adalah kita bisa menikmati sebuah proses kreatif di mana seniman amatir sangat berani dalam menembus batasan-batasan seni secara teoritis. Namun, lebih dari itu, ruang galeri umum ini seolah menjadi 'panggung' bagi seniman awam untuk menampilkan karya mereka.

Selain ruangan-ruangan tersebut, JNM juga senantiasa aktif mendukung dan menggerakkan darah seni di Jogja. Caranya adalah dengan menggelar kegiatan kesenian.

JNM memang seringkali menadakan event seni bertaraf besar, bahkan hingga berkelas internasional. Dua event yang paling dinantikan di museum ini adalah Art Jog dan Biennale Jogja. Art Jog adalah event seni yang digelar setiap tahun sekali, sedangkan Biennale Jogja digelar setiap dua tahun sekali.
Masing-masing event digelar dengan mengusung tema khusus. Nah, seniman yang berpartisipasi di event tersebut akan berlomba menampilkan karya terbaik mereka, yang sejalan dengan tema tentunya.

Ketika event sedang berlangsung, akan hadir cukup banyak museum tour guide yang siap membantu. Sebab, pada kesempatan itu, kita bisa berjumpa dan berdiskusi langsung dengan para pegiat seni yang berpartisipasi. Pada saat itu pula, pentas seni menawan menjadi sajian yang tak boleh dilewatkan.
Museum ini memiliki banyak fasilitas yang pastinya membuat pengunjung merasa betah. Mulai dari kantin modern bernuansa seni, ruang suvenir untuk membeli suvenir tentunya, hingga area dengan koneksi internet gratis.

Museum ini berada di pusat kota Jogja, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari kawasan Malioboro. Semakin menarik lagi, museum ini bisa dikunjungi secara gratis tanpa tiket masuk. Tentunya, akan dikenakan tiket khusus ketika ada event spesial, namun harga tiket khusus itu biasanya masih sangat terjangkau.

Demikianlah uraian tentang seluk beluk Jogja National Museum. Bisa dikatakan, tempat ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki potensi kesenian yang sangat tinggi, dan layak mendapatkan perhatian lebih.

Post a Comment

0 Comments