Siapa 8 Golongan Penerima Zakat

Daftar isi: [Tampil]
Zakat adalah rukun islam keempat dan jenisnya bermacam-macam, salah satunya adalah Zakal Mal. Zakal Mal atau zakat harta adalah jenis zakat yang dikeluarkan ketika seseorang memiliki harta yang memenuhi syarat wajib zakat. Kata zakat sendiri memiliki arti menyucikan, jadi zakat mal adalah zakat yang dikeluarkan untuk menyucikan harta yang dimiliki. Zakat yang dikeluarkan diberikan kepada yang membutuhkan, baik dilakukan sendiri maupun melalui badan zakat.

Harta yang memenuhi kriteria wajib zakat adalah harta milik pribadi yang sudah dimiliki selama 12 bulan (1 tahun) dan terus betambah atau setidaknya tidak berkurang. Selain itu sang wajib pajak juga sudah terpenuhi semua kebutuhan pokoknya serta terbebas dari hutang-hutang.

Golongan penerima zakat
Golongan penerima zakat

Jika hal tersebut terpenuhi, sudah sepantasnya membayar Zakat Mal sebagai bentuk syukur atas rezeki yang Allah SWT berikan dan untuk menyucikan harta yang dimiliki.

Golongan Penerima Zakat

Allah SWT memberikan rejeki kepada seseorang bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan dititipkan juga rejeki orang lain agar senantiasa orang itu bersedekah dan berbagi kepada yang membutuhkan. Golongan orang-orang yang dikategorikan berhak menerima Zakat Mal adalah sebagai berikut:
  • Al-Fuqara’ (Fakir)
Orang fakir atau orang melarat adalah orang yang tidak memiliki harta serta tidak mempunyai tenaga dan upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Zakat ini diberikan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pokoknya atau bisa juga dalam bentuk modal usaha.
  • Al-Masakin (Miskin)
Di atas golongan orang fakir yaitu orang miskin adalah orang yang memiliki harta serta berpenghasilan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sama seperti halnya kaum fakir yang menerima zakat, zakat yang diberikan kepada kaum miskin ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya atau sebagai modal usaha.
  • Muallaf
Diartikan sebagai orang yang baru masuk islam dan belum mantap imannya atau hatinya masih bimbang. Orang semacam ini dibantu dan didekati dengan cara diberikan zakat agar hatinya semakin mantap serta merasa mendapatkan perhatian dan untuk memperkuat rasa persaudaraan antar muslim.
  • Dzur Riqab
Dzur Riqab atau disebut juga hamba sayaha adalah seorang budak yang ingin memerdekakan dirinya dengan tebusan uang. Konteks ini juga berlaku untuk membebaskan seorang muslim yang dipenjara, dan tidak mampu memberikan uang denda atau tebusan.
  • Al-Gharim
Gharim atau Gharimin adalah seseorang yang terlilit hutang untuk memenuhi kebutuhan dan bukan untuk hal yang maksiat. Golongan Gharim ini juga termasuk orang-orang yang memiliki hutang dimana hutang tersebut digunakan untuk kepentingan syiar agama, misalnya membangun masjid atau dakwah.
  • Fi Sabilillah (Al-Mujahidin)
Fi Sabilillah ini diartikan sebagai golongan orang atau lembaga yang berjuang di jalan Allah untuk membela kaum muslim tanpa mendapatkan imbalan apapun.
  • Ibnu Sabil
Ibnu sabil atau disebut juga musafir adalah seseorang yang melakukan perjalanan jauh yang tujuannya bukan untuk maksiat, dan mendapatkan kesulitan dan kesengsaraan di perjalanannya atau di tempat rantau.
  • Al-Amilin (Amil Zakat)
Jika 7 golongan  di atas sudah menerima zakat, maka golongan terakhir adalah Amil Zakat. Amil zakat atau panitian zakat adalah orang yang ditunjuk oleh imam masjid untuk mengumpulkan zakat dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Layaknya orang yang bekerja, setelah menyelesaikan tugasnya Amil Zakat berhak menerima imbalan.

Amil Zakat haruslah seorang laki-laki muslim yang sudah akil baligh, merdeka, adil dan bijaksana, mendengar, melihat, serta memiliki pengetahuan yang baik tentang hukum agama.

Bagi yang ingin mengeluarkan zakat, wajib mengetahui golongan-golongan yang berhak menerima zakat seperti yang dijelaskan di atas. Zakat yang dikeluarkan bisa dibagikan sendiri, oleh karena itu pengetahuan tentang golongan penerima zakat penting agar zakat yang dikeluarkan bermanfaat dan tepat sasaran. Zakat Mal juga bisa dibayarkan dan dipercayakan kepada badan zakat untuk dikelola dan disalurkan kepada yang membutuhkan.

Post a Comment

0 Comments