Mengenal Cabai Puyang (Cabe Jawa) dari Madura dan Khasiatnya

Daftar isi: [Tampil]
Jenis cabai ada berbagai macam. Salah satunya adalah cabai puyang. Cabai puyang ini merupakan jenis cabai jawa yang dijadikan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan jamu. Cabai puyang sendiri merupakan salah satu tanaman rempah yang masih bersahabat dengan tanaman berjenis lada dan juga kemukus.

Cabai Puyang Jawa
Cabai Puyang Jawa

Selama ini cabai Jawa tercatat ke dalam keluarga Piperaceae atau tanaman sirih – sirihan. Ciri khas tanaman ini adalah memiliki panjang batang mencapai sekitar 5 sampai dengan 15 meter. Kini cabai puyang atau cabai Jawa memang sudah jarang ditemukan karena itu tak banyak orang tahu tentang cabai jenis ini. Informasi selengkapnya tentang cabai puyang, berikut ulasan lengkapnya untuk Anda!

Mengenal Cabai Puyang

Cabai puyang merupakan jenis cabai yang memiliki bentuk buah dengan ujung membulat. Cabai puyang yang masih muda berwarna hijau sementara yang sudah matang berwarna merah sampai merah kehitaman dengan susunan buah beruntai.

Cabai puyang yang juga dikenal sebagai cabai Jawa memiliki ciri batang berwarna hijau menjalar dengan daun berbentuk seperti daun dari tanaman sirih. Hanya saja, dibandingkan daun pada tanaman sirih, daun dari cabai puyang lebih lebar.

Lihat pula: Kuliner Pedas Padang, Itiak Lado Mudo

Cabai puyang memiliki jenis daun tunggal dengan duduk daun yang berseling. Helaian daunnya memanjang dengan panjang daun sekitar 3 centimeter sampai dengan 10 centimeter. Lebar daunnya mencapai 2,5 sampai dengan 4,5 centimeter.

Tanaman ini dikenal masyarakat sejak lama. Tanaman cabai puyang juga dipercaya sebagai tanaman yang kaya manfaat. Pada buahnya memiliki manfaat sebagai campuran ramuan jamu, juga digunakan sebagai bahan pengobatan untuk berbagai macam jenis penyakit seperti demam, masuk angin dan flu.

Di daerah Madura sendiri, cabai puyang digunakan sebagai ramuan penghangat badan yang dicampur dengan teh, susu dan juga kopi. Selain sebagai ramuan penghangat badan, cabai puyang di beberapa daerah juga dijadikan sebagai obat untuk mengatasi masalah rematik, tekanan darah rendah, sesak nafas, influenza, kolera, bronchitis, pilek menahun, lemah dan masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan.

Manfaat lainnya, ada banyak orang percaya juga bahwa cabai Jawa dijadikan sebagai alternatif pengobatan atas orang yang menderita kencing manis atau diabetes. Cara memanfaatkan cabai jawa untuk pengobatan alternatif penderita diabetes atau kencing manis, Anda petik buah yang masih cukup muda kemudian bersihkan dan kunyah secara perlahan – lahan sampai benar – benar lumat dan telan bersama dengan ampasnya.

Tanaman cabai jawa sendiri selama ini dinyatakan sebagai tanaman simplisia yang cukup aman dan sangat tidak berbahaya. Departemen Kesehatan Republic Indonesia pun turut menjelaskan bahwa cabai Jawa dipakai sebagai simplisia atau bahan alami tanpa mengubah proses apapun darinya.

Dengan segala macam manfaat atau khasiat yang dimiliki, cabai puyang ini seringkali mendapat julukan sebagai harta karun tanaman obat di Indonesia. Tanaman ini pada industri jamu diolah sebagai bahan campuran ramuan jamu.

Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik pun menyebut bahwa pemakaian atau penggunaan dari cabai puyang bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi buahnya secara langsung. Akan tetapi digunakan melalui proses pengeringan terlebih dahulu sampai cabai puyang ini berbentuk seduhan yang bisa dikonsumsi secara berkala pun tidak menjadi masalah dan khasiatnya tetap sama.

Itulah beberapa manfaat atau khasiat dari cabai puyang. Semoga dari ulasan tentang mengenal cabai puyang kita semakin memanfaatkan rempah – rempah tradisional Indonesia yang kaya manfaat untuk berbagai macam model pengobatan.

Post a Comment

0 Comments